MRT Jakarta Beroperasi Komersial Mulai 1 April

Menjajal MRT Jakarta, Moda Transportasi Baru di Ibukota

Beritaenak.com – Menjajal MRT Jakarta, Moda Transportasi Baru di Ibukota – Passenger information display atau penampang informasi bagi para penumpang Moda Raya Terpadu (MRT) menunjukkan posisi di Stasiun Bundaran Hotel Indonesia (HI),

Jakarta Pusat. Sambil menunggu kereta datang penumpang diharuskan mengantre mengikuti garis penanda warna kuning.

Sedangkan garis hijau diperuntukan untuk penumpang yang turun terlebih dahulu dari kereta. Jalur ini dimaksudkan agar penumpang turun dan naik tidak saling berebutan.

Saat kereta datang, platform screen door (PSD) atau pintu kaca antara kereta dan batas penumpang langsung terbuka. Di dalam kereta tampak sejumlah bangku penumpang berwarna biru muda dengan sejumlah pegangan tangan di atas layaknya kereta commmuter line.

Akan tetapi, MRT Jakarta tidak menyediakan bagasi tas di bagian atas. Sebab MRT Jakarta hanya berjarak pendek atau hanya 16 kilometer saja. Selain itu, bangku warna biru tua di setiap sudut kereta diprioritaskan untuk lansia, ibu hamil dan anak-anak.

Menjajal MRT Jakarta, Moda Transportasi Baru di Ibukota

Papan informasi lokasi pemberhentian setiap lokasi pun telah berfungsi. Bahkan beberapa petunjuk keselamatan, alat pemadam kebakaran ringan hingga kamera tersembunyi juga sudah tersedia.

Liputan6.com bersama rombongan mendapatkan kesempatan mencoba MRT Jakarta. Perjalanan pun dimulai pukul 10.33 WIB dari Stasiun Bundaran HI. Waktu pemberhentian setiap stasiun hanya 30 detik. Sedangkan waktu jarak tempuh ke setiap stasiun hanya 1 sampai 3 menit saja.

Bila ditotal perjalanan MRT Jakarta yang melewati 13 stasiun itu dapat ditempuh dalam waktu 30 menit. Stasiun itu terdiri dari tujuh stasiun layang yakni Lebak Bulus, Fatmawati, Cipete Raya, Haji Nawi, Blok A, Blok M, dan Sisingamangaraja. Enam stasiun bawahnya yaitu Senayan, Istora, Bendungan Hilir, Setiabudi, Dukuh Atas serta Bundaran HI.

Menjajal MRT Jakarta, Moda Transportasi Baru di Ibukota
Mass Rapid Transit (MRT) saat tengah beroperasi di Jakarta, Selasa (12/3). Masyarakat yang ingin mencoba MRT Jakarta bisa mendaftar melalui website ayocobamrt.com atau‎ jakartamrt.co.id.
Mass Rapid Transit (MRT) saat tengah beroperasi di Jakarta, Selasa (12/3). Masyarakat yang ingin mencoba MRT Jakarta bisa mendaftar melalui website ayocobamrt.com atau‎ jakartamrt.co.id.

Tak Perlu Takut Tertinggal
Pemandangan berbeda ketika perjalanan dari Stasiun Senayan menuju Stasiun Sisingamangaraja. Sebab ini perpindahan dari stasiun bawah tanah ke stasiun layang.

Dari pemandangan yang gelap karena terowongan, mulai dari Stasiun Sisingamangaraja sampai Stasiun Lebak Bulus tampak jajaran gedung dan rumah-rumah di Ibukota.

Penumpang yang ikut ujicoba juga tak segan mengabadikan momen di dalam kereta ataupun di kawasaan stasiun. Mulai dari kereta datang, suasana di dalam kereta, pemandangan di luar kereta hingga saat pemberhentian setiap stasiun.

“Aduh merasa norak kaya baru pertama naik MRT. Tapi ini kebanggaan, akhirnya di Jakarta punya MRT seperti di negara maju,” kata seorang warga bernama Yogi.

Kedatangan kereta dan keberangkatan susuai dengan jadwal yang telah tertuliskan di penampang informasi setiap stasiun. Sehingga penumpang tak perlu risau ketika tertinggal rangkaian kereta.

Direktur Utama (Dirut) PT MRT Jakarta, William Sabandar mengatakan waktu antar atau headway MRT Jakarta hanya setiap 10 menit sekali selama pengoperasian. Sementara itu untuk tarif MRT, dia belum mengetahui secara pastinya.

“Masih pembahasan pemerintah sama DPRD, usulan itu Rp 8.500 sampai Rp 10 ribu per 10 kilometer,” kata William di Gedung Wisma Nusantara, Jakarta Pusat.

Menjajal MRT Jakarta, Moda Transportasi Baru di Ibukota

Sementara itu, sejumlah penumpang uji coba publik kereta MRT mengaku tidak terlalu mempersoalkan usulan tarif saat pengoperasian. Irfan salah satu warga Jakarta Timur mengaku tak mempersoalkan bila tarif di ketok palu Rp 8.500 ataupun Rp 10 ribu.

Menurut dia, tarif tersebut masih terbilang murah bila dibandingkan di Singapura. Sebab di sana, sekali perjalanan untuk empat atau lima stasiun dapat dikenakan biaya 2 dollar Singapura atau setara Rp 20 ribu.

“Asal fasilitas masih seperti ini, murah banget. Apalagi ada wacana Jaklingko, itu bagus banget, Rp 10 ribu udah cukup,” ucapnya.

Hesty warga Kebon Nanas, Jakarta Timur juga menilai tarif Rp 8.500 sangatlah murah dengan berbagai fasilitas yang ada.

“Cukup, terlalu murah kasihan perawatannya dengan baik. Rp 8.500 wajar banget, maeih terjangkau, siapa takut,” ujarnya.

Share This:

Tags:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *